Home » » Pembangunan PT Semen Gombong

Pembangunan PT Semen Gombong

Written By EFKA BEKA on 13 Jun 2013 | 17.33.00

EFKABEKA OnLine - PT Semen Gombong - di bawah bendera Medco milik pengusaha Arifin Panigoro—sangat bernafsu mendirikan pabrik semen di wilayah itu. Setelah sempat membebaskan lahan sekitar 400 hektar, rencana itu sempat tertunda akibat krisis moneter tahun 1998.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kebumen Masagus Herunoto membenarkan kabar tentang kemungkinan kembalinya PT Semen Gombong meneruskan rencana investasinya. ”Jangan khawatir, kami tetap akan mengacu pada rencana tata ruang dan wilayah yang berlaku. Saat ini kawasan karst Gombong Selatan sudah masuk kawasan lindung. Jadi, eksplorasi besar-besaran tidak bisa serta-merta dilakukan,” ujarnya.

PT Semen Gombong sebagai investor mulai menggagas pendirian pabrik semen di Kebumen Selatan Kecamatan Buayan. Untuk mewujudkan pembangunan pabrik, investor kini melakukan sejumlah langkah sesuai aturan investasi bidang pertambangan.

Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Kebumen, Suprih Handono SH, melalui Kasi Perizinan, Karyanto SH, Kamis (13/06/2013), mengungkapkan investor telah menyatakan secara resmi keinginan untuk merealisasikan pembangunan pabrik semen di Gombong Selatan kepada Pemkab Kebumen. Rencana semula, investor akan mulai membangun pabrik pada tahun 1998 lalu. Namun rencana itu gagal akibat krisis moneter tahun 1998. "Setelah rencananya terhenti selama 15 tahun, akhirnya pada tahun ini investor mulai melangkah kembali semua tahapan invenstasinya," jelas Karyanto.

Menurut Karyanto investor merupakan anak perusahaan dari Medco Group, pada tahun 1990an lalu telah melakukan sejumlah langkah. Diantaranya, pembebasan lahan milik warga di beberapa desa kawasan karst Gombong Selatan di Kecamatan Buayan dan Rowokele. Bahkan, investor pun sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kompleks pabrik. "Saat ini investor tengah menunggu keluarnya izin pertambangan dari Pemkab Kebumen serta memulai kembali Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang dulu sempat terhenti," ujar Karyanto 

Di wilayah Gombong Selatan, Dinas ESDM setempat mencatat sekitar 60 persen batu gamping termasuk karst kelas I dan 30 persen kelas II. Sisanya, 10 persen, masuk dalam kawasan karst kelas III. Karst di kawasan itu juga sangat baik untuk bahan baku pembuatan semen. (dbs/DivInfo BeKa)
Share this article :
 
Support : Creating Website | BeKa TEAM | Mas Template
Copyright © 2013. EFKABEKA OnLine - All Rights Reserved
Template Edited by Divisi Informasi Published by EFKABEKA
Proudly powered by Blogger